Bab 68
Hari ini, banyak masakan yang harus dibuat. Ditambah ada tamu di Paviliun Harmoni, jadi dapur kecil tidak digunakan.
Sheila menemukan beberapa bahan di kulkas, cukup diblender, langsung bisa diminum.
Dia duduk di bar, menikmati momen santai setelah pilates dan mandi.
Jenny, seperti bayangan yang tak mau pergi, masuk dan duduk di depannya.
Gadis itu berkata dengan nada meremehkan, "Sheila, aku tambahkan kontakmu di WhatsApp, ya?"
"Nggak perlu, kita nggak ada kepentingan untuk saling berkomunikasi." Sheila menolak dengan tegas.
"Aku cuma mau bantu kamu lebih memahami Kak Sandy. Lagi pula, kalian 'kan nggak ada perasaan terhadap satu sama lain."
Baik sekali dia, ya.
"Oh, gitu? Harusnya aku berterima kasih, dong?"
Meskipun bilang begitu, Sheila tetap tidak mengeluarkan ponselnya. Dia sama sekali tidak menunjukkan niat untuk bertukar kontak.
Jenny tidak mau menyerah sampai tujuannya tercapai. Kalau tidak, semua unggahan di status WhatsApp yang sudah dia atur rapi mau dipamerkan ke siapa?
"K

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link