Bab 35
Para petugas medis memindahkan Jessica ke kamar VIP.
Jessica dibaringkan di tempat tidur. Jessica tampak lemas, wajahnya berwarna kuning pucat, dan bibirnya pucat.
Sheila menggenggam tangan ibunya dengan erat. Melihat kondisi ibunya, Sheila menitikkan air mata.
Dulu ibunya sangat cantik seperti bunga mawar. Sejak jatuh sakit, pipi ibunya jadi tirus dan rongga matanya cekung.
Fisik Jessica masih lemah. Tangannya sedikit menggenggam, Jessica menggelengkan kepala dan memberi tahu Sheila bahwa dia baik-baik saja.
Dokter Rani, yang merupakan kepala departemen rumah sakit ini dan pimpinan rumah sakit lain yang belum pernah ditemui Sheilla berdiri di pinggir. Mereka memberi tahu Sandy tentang komplikasi dan cara perawatan setelah operasi.
Sheila malas mendengarkan pembicaraan mereka. Semua informasi yang disampaikan para dokter itu sudah Sheila ketahui.
Bahkan, Sheila sudah sering membayangkan operasi ibunya selama beberapa hari ini.
Setelah semua dokter pergi, Sandy duduk lagi di sofa.
Sekit

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link