Bab 21
Rapat di kantor telah berakhir. Hari sudah malam, awalnya Sandy ingin lembur di kantor.
Namun, karena ada kebijakan baru di kantor, dia ingin memberi teladan.
Jadi, Sandy merapikan barang-barangnya dan membawa pekerjaannya ke rumah.
Sandy masuk ke Paviliun Tirta. Di rumah itu, hanya ada satu ruangan yang menyala lampunya.
Di ruang tamu, ternyata suasananya masih sama seperti waktu dia menelepon sebelumnya.
Dokter Indri sedang menulis di papan.
Sheila mengenakan piama kotak-kotak merah muda dan putih, duduk bersila di sofa.
Di bawah cahaya lampu putih di ruang tamu, kulit wajah Sheila terlihat lebih putih, matanya sangat fokus. Sesekali Sheila menunduk, menulis di buku yang terletak di pahanya.
Sheila cukup patuh. Saat belajar, dari belakang dia terlihat seperti siswa teladan.
Sandy melangkah masuk ke ruang tamu.
Bu Citra mendengar suara langkah kakinya, kemudian bertanya, "Pak Sandy sudah pulang. Anda sudah makan malam?"
"Tolong buatkan mi."
Sheila juga menoleh. Dia melihat Sandy sedan

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link