Bab 15
Jenny sedang berbaring di kasur perawatan di salon kecantikan. Terapis menyuntikkan cairan ke wajah Jenny.
Di tengah suasana ruangan yang hening, ponsel Jenny berbunyi. "Kak, ponselmu bunyi. Nggak mau angkat dulu?"
"Selesaikan dulu perawatanku," ucap Jenny sambil menahan sakit.
Tidak peduli siapa pun yang telepon, tidak ada yang boleh mengganggu jam perawatan wajahnya.
"Akhir tahun, banyak acara perjamuan yang akan dihadiri Kak Sandy. Oleh karena itu, aku harus tampil cantik saat menggandeng Kak Sandy," pikir Jenny.
Jenny tidak mengangkat telepon dari Wanda. Wanda juga sudah bisa menebak apa yang sedang dilakukan Jenny saat ini. Setiap ada waktu luang, Jenny pasti antara sedang perawatan kecantikan, beli baju, atau beli tas edisi terbatas.
Wanda masih merasa marah, jadi dia tidak mau pulang. Wanda ingin melampiaskan emosinya dulu agar merasa lebih lega.
Sandy diam-diam sudah menikah, Tony juga sepertinya suka pada cucu menantunya itu.
"Memangnya kenapa kalau mereka sudah menikah?" cibi

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link