Bab 58
Arvin juga mengetahui aturan Sandi. Dia hanya berkata, "Dokter, kuserahkan ini padamu. Kalau butuh sesuatu, katakan saja."
Meski khawatir, pasangan itu tidak punya pilihan selain berbalik dan pergi.
Karlo menutup pintu sauna.
Barulah pengobatan di dalam ruangan resmi dimulai.
Karen menuangkan air obat tradisional ke batu sauna dan udara panas langsung mengepul.
Jeremy berdiri di sana dengan wajah memerah, tangan di kedua sisi tubuhnya mengepal. Matanya mengembara dan dia tidak berani menatap Karen.
Saat Karen berbalik setelah menuangkan bahan obat, dia melihat pria itu masih berdiri di tempat yang sama dan mengernyitkan dahi sebelum menghardik, "Kok masih belum melepas pakaianmu?"
Jeremy ragu dan terus memegang kancing bajunya untuk waktu yang lama tanpa membuka kancingnya.
Karen menyentuh jarum, "Masih mau coba perasaan tadi?"
Begitu Karen mengatakan itu, Jeremy segera melepas pakaiannya, "Aku akan melepasnya, jangan tusuk aku." Perasaan itu jauh lebih menyiksa daripada dipermalukan.

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link