Bab 45
Ibu dan putrinya mendongak pada saat yang sama. Manda meletakkan ponsel di samping, merentangkan tangannya ke arah Karen dan menjelaskan tanpa daya, "Karen, kamu nggak akan pulang kalau bibi nggak pakai cara ini."
Yuri mendongak untuk menatap Karen dengan wajah mencibir.
Akhirnya Karen si wanita jalang ini berhasil ditipu untuk pulang.
Raut wajah Karen langsung berubah menjadi sangat dingin.
Sudah tahu ada yang salah, tetapi dia terpengaruh oleh kekhawatiran dan tidak mengetahuinya. Sekarang kedua orang ini begitu santai. Kalau masih tidak bisa mengetahuinya, dia tidak ada bedanya dengan orang bodoh.
Karen menatap Manda dengan dingin, hatinya sudah tersulut amarah, "Kamu benar-benar licik."
Sekarang mereka bahkan tidak perlu berpura-pura lagi, sudah begitu tidak sabar sampai ke titik ini?
Yuri mencibir, tetapi kemudian dia berdiri, berjalan ke arah Karen dan berkata tanpa daya, "Kak, Ibu melakukan ini demi kebaikanmu sendiri. Licik dari mana? Kita ini keluarga."
Karen langsung tertawa

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link