Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 35

Baru kemudian melanjutkan, "Kalau Bibi nggak keberatan, bolehkah aku yang melakukannya?" Tangan Tania yang memegang teh berhenti sebentar dan diam-diam menghela napas. Benar saja, menantunya masih ketakutan. Ekspresinya tidak berubah, dia mendongak untuk melihat Karen dan menjawab, "Oke." Karen mengambil daun teh dari tangan Tania. Dia menunduk dan mulai mengatur perangkat teh dengan serius tanpa terburu-buru seolah ucapan Helmi barusan sama sekali tidak berpengaruh padanya. Jari-jari Karen yang ramping dan proporsional perlahan mendarat di atas set teh di atas meja. Dia bergerak dengan lembut, menghangatkan cangkir, menuangkan teh, mengisi air dan membersihkan buih .... Serangkaian gerakan menyeduh teh dilakukan seolah sedang membuat sebuah karya seni yang anggun, tenang dan megah. Mata Tania langsung berbinar. Jarang sekali ada anak muda yang benar-benar mengerti cara menyeduh teh. Belum lagi Karen sangat mahir, sepertinya dia tidak hanya belajar sambil lalu. Ini sangat mengejutkan.

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.